!-- SCM Music Player http://scmplayer.net --> expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sabtu, 17 Oktober 2015

LKS Praktikum Pertumbuhan
 

Nama Kelompok : 

Kelas : 

1. Judul : 

2. Tujuan :

3. Alat dan bahan : 

4. Prosedur kerja : 

5. Tabel Pengamatan : 

TABEL PENGAMATAN PERTUMBUHAN KACANG HIJAU DI TEMPAT MEDIA KAPAS


Hari ke
Tinggi Pohon (cm)
Jumlah
Rata- Rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
7
E
X
 

TABEL PENGAMATAN PERTUMBUHAN KACANG HIJAU DI MEDIA SERBUK KAYU


Hari ke
Tinggi Pohon (cm)
Jumlah
Rata- Rata
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
2
3
4
5
6
7
E
X
 

6. Analisis data :

    a. Diagram
    b. Foto 

7. Kesimpulan 

Rabu, 14 Oktober 2015

Percobaan Fotosintesis Ingenhouz

Nama Siswa            : 1. Ari Santoso                                                    4. Rizal Mulya
                                  2.  Khairunnisa Ramadhanti                             5. Septian Heru p
                                  3.  Lamasih Diniaty  s                                           
Kelas                       : XII IPA 3
Judul                       : Percobaan Fotosintesis Ingenhouz
Tujuan                    : Mengetahui zat yang dibutuhkan dan dihasilkan pada proses fotosintesis
Alat dan Bahan      :


                                 Alat                                              Bahan
                              1.    Gelas Kimia 1000 ml                  1. Air
                              2.    Corong kaca                              2. Hydrilla verticilata
                              3.    Kawat pengait                           3. NaHCO3
                              4.    Ember
                              5.    Tabung reaksi
                              6.    Pinset
                              7.    Pisau
                              8.    Tally Counter
Cara kerja :
1.     Siapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam percobaan Ingenhouz.
2.     Masukan Hydrilla kedalam mulut corong kaca bagian dalam sampai penuh.
3.     siapkan air dalam ember, kemudian peralatan percobaan dirangkai dalam ember, mulai dari memasukan tabung reaksi kedalam corong kaca, dimasukan dalam gelas kimia dan kawat pengait diposisikan agar corong dan tabung reaksi stabil. Rangkai alat seperti gambar berikut:
4.     Masukan serbuk NaHCO3 kedalam gelas kimia yang digunakan
5.     Taruh perangkat di tempat terang (intensitas cahaya tinggi)
6.     Amati perubahan yang terjadi dan masukan data kedalam tabel pengamatan
Tabel Pengamatan   :
No.
Waktu
Produksi gelembung udara
Terkena sinar langsung
Tidak terkena sinar langsung
1.
5 menit ke 1
Banyak
Sedikit
2.
5 menit ke 2
Banyak
Sedikit
3.
5 menit ke 3
Semakin berkurang
Sedikit
4.
5 menit ke 4

Pertanyaan:
1.     Tuliskan reaksi kimia proses fotosintesis?
2.     Jelaskan zat yang diperlukan pada proses fotosintesis?
3.     Jelaskan zat yang dihasilkan pada proses fotosintesis?
4.     Apa fungsi penambahan NaHCO3 pada percobaan ini?
5.     Pada percobaan ini zat apa yang dihasilkan pada proses fotosintesis?
6.     Apa perbedaan hasil oksigen yang dihasilkan pada cahaya terang (terkena cahaya langsung) dengan tempat gelap (tidak terkena cahaya
Jawaban pertanyaan:

1.6CO2+12H2O+cahaya matahari -> C6H12O6+6O2+6H2O
2.Karbondioksida(CO2)
   Karbondioksida akan diambil oleh stomata(mulut daun)pada daun tumbuhan dari udara bebas
   Air
   Air diambil melalui akar tumbuhan dan diangkut komponen pengangkut pada tumbuhan
   Cahaya matahari
   cahaya matahari akan diambil dalam bentuk energi oleh klorofil(zat hijau daun)
   klorofil
Penambahan larutan NaHCO3 dimaksudkan untuk menambah kandungan CO2 yang terdapat dalam air, dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
NaHCO3 + H2O → NaOH + CO2 + H2O
Fungsi larutan NaHCO3 disini sebagai katalis dalam reaksi fotosintesis.
Gelas kimia yang diberi larutan NaHCO3 jumlah CO2 terlarutnya menjadi tinggi, di samping itu gelas kimia tersebut juga diletakkan di tempat yang terang (banyak energi untuk berfotosintesis). Oleh karena itu proses fotosintesisnya menjadi sangat cepat, karena disamping bahan baku tersedia banyak, energi untuk mengolahnya menjadi sejumlah produk juga melimpah, sehingga proses produksi (reaksi) yang berjalan dalam waktu 20 menit mendapatkan hasil yang banyak (gas O2 pada dasar tabung reaksi).

5.Karbondioksida(CO2) , Air ,Cahaya matahari ,Klorofil

6.Berdasarkan dari hasil percobaan, suhu dan cahaya dapat mempengaruhi hasil fotosintesis. Pada tempat yang terkena cahaya matahari secara langsung, gelembung yang dihasilkan banyak. Sedangkan pada tempat yang gelap, gelembung yang dihasilkan sedikit. Hal ini membuktikan bahwa kadar Oyang dihasilkan pada tempat yang terkena cahaya matahari langsung lebih banyak daripada di tempat yang gelap, Dengan demikian, dalam percobaan ini dapat dibuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan O2 dan intensitas cahaya serta suhu dapat mempengaruhi proses fotosintesis tanaman.
Kesimpulan :

 Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum), sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. Dalam reaksi terang, terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2).Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang. Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. // Reaksi terang adalah tahap pertama dari fotosintesis yang memerlukan cahaya matahari. Reaksi terang berlangsung di grana.Pada reaksi terang terjadi reaksi fotolisis yaitu peruraian air menjadi ion Hidrogen  dan Oksigen  serta penyerapan eneergi  cahaya oleh klorofil. Energi cahaya  dari matahari  akan diubah menjadi energi kimia. Pada reaksi terang dihasilkan ATP dan NADPH2. ATP dan NADPH2  . Pada reaksi gelap terjadi reaksi fiksasi CO2 atau reaksi pengikatan Karbondioksida (CO2) ke dalam daun. Tahapan ini berlangsung tanpa bantuan cahaya, dan pada reaksi gelap diperlukan   enzim-enzim tertentu  untuk membantu reaksi kimia yang bertahap  uantuk menghasilkan glukosa.

Percobaan Enzim Katalase

LEMBAR KEGIATAN SISWA
Nama               :   1. Ari Santoso                               4. Rizal Mulya
                             2. Khairunnisa Ramadhanti          5. Septian Heru P
                             3. Lamasih Duniaty                                                 
Kelas                :   XII IPA 3

1.     Judul Percobaan   : Enzim Katalase
2.     Tujuan Percobaan : Mengetahui Faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase
3.     Alat dan Bahan     :
A.    Alat               :
1.    Rak tabung reaksi
2.    Tabung Reaksi
3.    Lampu spirtus
4.    Pipet
B.    Bahan            :
 1.    H2O2
2.    Hati ayam
3.    Lidi

4.     Cara Kerja           :
1.    Masukan potongan hati ayam yang telah dipotong kecil kedalam tabung reaksi pertama.
2.    Siapkan pada tabung reaksi ke 2 lain H2O2 sebanyak 2 ml, lalu masukan kedalam tabung reaksi pertama.
3.    Amati perubahan reaksi dengan melihat kecepatan reaksi (jumlah gelembung) dan perubahan nyala api (dengan memasukan bara api kedalam tabung reaksi pertama.
4.    Catat data hasil pengamatan kedalam tabel pengamatan.
5.    Lakukan cara yang sama pada langkah 1 untuk hati ayam pada suhu rendah.
6.    Lakukan cara yang sama pada langkah 1 untuk hati ayam pada suhu tinggi
7.    Lakukan cara yang sama pada langkah 1 untuk 2 buah hati ayam
8.    Lakukan cara yang sama pada langkah 1 untuk hati ayam pada pH rendah (H Cl).
9.    Lakukan cara yang sama pada langkah 1 untuk hati ayam pada pH tinggi (NaOH).
10. Lakukan langkah 2, 3 dan 4 dengan cara yang sama untuk langkah 5, 6, 7, 8, dan 9
5.     Tabel Pengamatan                                                 :
No.
Pembeda
Perubahan gelembung gas
Perubahan nyala api
1.
Hati + H2O2
banyak
ada bara api
2.
Hati + H2O2 + suhu rendah
agak banyak
ada bara api
3.
Hati + H2O2 + suhu tinggi
sedikit
tidak ada
4.
2 Hati + H2O2
5.
Hati + 2 H2O2
6.
Hati + H2O2 + pH rendah
7.
Hati + H2O2 + pH tinggi

6.     Pertanyaan          :
1.    Pada tabung mana terbentuk gelembung gas yang paling banyak? Mengapa demikian
2.    Apakah yang berperan sebagai enzim pada percobaan ini?
3.    Tuliskan kerja enzim katalase pada percobaan ini?
4.    Tuliskan faktor apa sajakah yang mempengaruhi kerja enzim?
5.    Apa yang dapat kamu jelaskan tentang kandungan enzim katalase pada daun singkong?

Jawab
1. Pada ekstak hati dengan H2O2, karena di dalam hati mengandung enzim katalase yang  
        berguna untuk menetralkan racun dimana hanya dapat bekerja optimal pada ph netral.  
        Sedangkan pada campuran hati dengan HCl tidak akan menghasilkan gelembung yang 
        terlalu banyak, karena pH larutan menjadi basa dan asam.

2. Enzim katalase berperan menguraikan racun dari H2O2 menjadi H2O dan O2 
3.  fungsi enzim katalase adalah sebagai katalisator dalam menguraikan H2Oyang bersifat racun dan      menetralkannya.
    2H2O2   enzim katalase>  2H2O + O2
4. a.Tingkat ph atau keasaman
    b.Suhu
    c.inhibitor Enzim
    d.Konsentrasi enzim, substrat, dan kofakto
5. Daun Singkong
    Fungsi enzim katalase itu sendiri adalah dapat menguraikan hidrogen peroksida (H2O2) yang
    merupakan senyawa yang berbahaya bagi tubuh menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang
    merupakan senyawa tidak berbahaya.
    Enzim katalase pada daun singkong hanya bekerja pada suhu <37 dan pH netral.
    Fungsi enzim katalase itu sendiri adalah dapat menguraikan hidrogen peroksida (H2O2) yang
    merupakan senyawa yang berbahaya bagi tubuh menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang
    merupakan senyawa tidak berbahaya.

    Enzim katalase pada daun singkong hanya bekerja pada suhu <37 dan pH netral

Kesimpulan : 
-Suhu: dimana enzim katalase tidak akan bekerja secara optimal padasuhu tinggi.karena enzim katalase akan bekerja pada suhu netral.
-Begitu pula faktor pH. Enzim katalase akan bekerja optimal pada pHnetral.
-Konsentrasi enzim.Pada umumnya konsentrasi enzim berbanding lurusdengan kecepata reaksi.
-Enzim katalase berperan menguraikan racun dari H2O2 menjadi H2Odan O2
2H2O2-> 2H2O + O2
-Enzim katalase dapat bekerja secara optimal pada suhu rung (37oC)dan pH netral (7), sesuai hasil pengukuran berikut:

Rabu, 23 September 2015

Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

Pertumbuhan mengandung pengertian pertambahan ukuran, dapat berupa volume, massa, tinggi, dan ukuran lainnya yang dapat dinyatakan dalam bilangan atau bentuk kuantitatif. Adapun perkembangan mengandung pengertian bertambah dewasanya suatu individu.

Makhluk hidup dikatakan dewasa jika alat-alat reproduksinya telah berfungsi. Tumbuhan akan berbunga dan hewan akan menghasilkan sel-sel kelamin. Ada pula yang mengartikan perkembangan sebagai perubahan akibat proses diferensiasi yang menyebabkan perbedaan struktur dan fungsi organ-organ makhluk hidup sehingga semakin kompleks. Dengan demikian, perkembangan merupakan perubahan kualitas suatu individu.

1.Pertumbuhan

Secara harfiah, pertumbuhan diartikan sebagai perubahan yang dapat diketahui atau ditentukan berdasarkan sejumlah ukuran atau kuantitasnya. Pertumbuhan meliputi bertambah besar dan bertambah banyaknya sel-sel pada jaringan. Proses yang terjadi pada pertumbuhan adalah suatu kegiatan yang irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula). 

Akan tetapi, pada beberapa kasus, proses tersebut dapat reversible (terbalikkan) karena pada pertumbuhan terjadi pengurangan ukuran dan jumlah sel akibat kerusakkan sel atau dediferensiasi sel. Sebagai contoh, jika Anda akan memperbanyak tumbuhan melalui cara vegetatif, bagian manakah yang akan Anda pakai? Bunga, buah, ataukah batang? Pilihannya tentu akan jatuh pada batang. 

Pertumbuhan Tumbuhan
Walaupun semua organ tersebut memiliki aktivitas pembelahan sel, semuanya disusun oleh jenis sel yang berbeda. Bunga dan buah merupakan organ reproduksi yang disusun oleh sel-sel reproduktif atau embrionik, sedangkan cabang atau batang disusun oleh sel-sel tubuh atau somatik. 

Sel-sel tubuh (somatik) memiliki potensi untuk tumbuh kembali membentuk jaringan yang sama, sedangkan sel embrionik tidak. Dengan aktivitas perbanyakan sel tersebut, akan dihasilkan kembali sel-sel meristematis yang akan menjadi batang, akar, daun, dan bagian reproduktif.

Adapun sel embrionik akan mati karena tidak ada sokongan sel lainnya. Selama proses tumbuhnya akar, batang, ataupun daun pertumbuhan dapat dikuantifikasi dalam bentuk panjang akar, jumlah daun, tinggi tumbuhan, atau bahkan berat total tumbuhan. Berdasarkan gambaran tersebut, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pertumbuhan merupakan perubahan kuantitatif dari ukuran sel, organ, atau keseluruhan organisme.

2. Perkembangan

Perkembangan makhluk hidup lebih tepat diartikan sebagai suatu perubahan kualitatif yang melibatkan perubahan struktur serta fungsi yang lebih kompleks. Seperti yang telah Anda ketahui, organ kulit pada manusia tumbuh bersamaan dengan bertambahnya ukuran tubuh. Akan tetapi, ketika mencapai kedewasaan, hanya pada bagian tertentu dari tubuh kita mulai bermunculan rambut tambahan. 

Selain itu, organ-organ tertentu mulai tumbuh membesar, seperti bagian dada pada perempuan dan jakun pada laki-laki. Mengapa semua itu hanya tumbuh pada masa tertentu saja, tidak bersamaan dengan pertumbuhan organ lainnya? Suatu hal yang patut kita pahami dalam perkembangan adalah adanya diferensiasi sel.

Diferensiasi dapat diartikan sebagai perubahan sel menjadi bentuk lainnya yang berbeda baik secara fungsi, ukuran, maupun bentuk. Contoh mudah mengenai diferensiasi dapat ditemukan pada pembentukan bunga. Amati dari mana bunga tersebut berasal. Apakah sama dengan awal mulanya tumbuh tunas? Mengapa pada bagian tersebut yang tumbuh justru bunga? 

Diferensiasi juga terjadi pada bagian tubuh manusia, yakni pada pembentukan sel-sel kelamin (gonad) ketika embriogenesis. Contoh lainnya pada proses pembentukan anak ayam dari embrio dalam telur. Pada proses diferensiasi, dapat terjadi dua hal penting, yakni perubahan struktural yang akan mengarah pada pembentukan organ, serta perubahan kimiawi yang dapat meningkatkan kemampuan sel.

Dapatkah Anda menghitung perkembangan yang terjadi, baik dalam jumlah maupun ukuran? Tentu akan sulit, karena semua proses tersebut terjadi secara kualitatif dan hanya dapat dibandingkan secara subjektif tanpa ukuran yang tepat. Proses perkembangan banyak berkaitan dengan faktor internal yang terjadi pada waktu yang tidak bersamaan. Oleh karena itu, perkembangan dapat didefinisikan sebagai suatu proses perubahan yang diikuti oleh pendewasaan dan kematangan sel, serta diiringi oleh spesialisasi fungsi sel.

3. Macam-macam pertubuhan dan perkembangan

Pertumbuhan pada tumbuhan ada yang berupa pertumbuhan primer, ada pula yang berupa pertumbuhan sekunder. Kedua pertumbuhan ini sebenarnya berasal dari jaringan yang sama, yakni meristem. Meristem merupakan suatu jaringan yang memiliki sifat aktif membelah. Pertumbuhan primer berasal dari meristem primer, sedangkan pertumbuhan sekunder berasal dari meristem sekunder. Adakah perbedaan lain di antara kedua macam pertumbuhan tersebut?

a. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan yang terjadi selama fase embrio sampai perkecambahan merupakan contoh pertumbuhan primer. Struktur embrio terdiri atas tunas embrionik yang akan membentuk batang dan daun, akar embrionik yang akan tumbuh menjadi akar, serta kotiledon yang berperan sebagai penyedia makanan selama belum tumbuh daun.

Jika biji berkecambah, struktur yang pertama muncul adalah radikula yang merupakan bakal akar primer. Radikula adalah bagian dari hipokotil dan merupakan struktur yang berasal dari akar embrionik. Pada bagian ujung atas, terdapat epikotil, yakni bakal batang yang berasal dari tunas embrionik.

Tahap awal pertumbuhan pada tumbuhan monokotil berbeda dengan dikotil. Pada monokotil, akan tumbuh koleoptil sebagai pelindung ujung bakal batang. Begitu koleoptil muncul di atas permukaan tanah, pucuk daun pertama akan muncul menerobos koleoptil. Biji masih tetap berada di dalam tanah dan memberi suplai makanan kepada kecambah yang sedang tumbuh. Perkecambahan seperti ini dinamakan perkecambahan hipogeal

Bagaimanakah perkecambahan pada tumbuhan dikotil? Pada dikotil tidak muncul koleoptil. Dari dalam tanah, kotiledonnya akan muncul keatas permukaan tanah bersamaan dengan munculnya daun pertama. Kotiledon akan memberi makan bakal daun dan bakal akar sampai keduanya dapat mengadakan fotosintesis. Itulah sebabnya, lama-kelamaan kotiledon menjadi kecil dan kisut. Perkecambahan yang kotiledonnya terangkat ke permukaan tanah dinamakan perkecambahan epigeal.

Pada ujung pucuk dan ujung akar, terdapat jaringan yang bersifat meristematik. Jaringan meristem yang terletak di ujung akar menyebabkan pemanjangan akar. Pertambahan panjang akar pada jagung mencapai 1 cm per hari. Ujung akar akan menghasilkan tudung akar. Tudung akar akan menghasilkan lendir yang dapat mempermudah akar menembus tanah. Menurut Hopson (1990: 475), pada ujung akar terdapat tiga daerah pertumbuhan berturut-turut dari ujung ke pangkal, yakni daerah pembelahan, daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi.

Sel-sel di daerah pembelahan akan membelah secara mitosis sehingga selnya bertambah banyak. Daerah pemanjangan akan membentuk bakal epidermis ke arah luar. Pada daerah diferensiasi, sel-selnya akan berdiferensiasi membentuk komponen pembuluh angkut, epidermis, dan bulu-bulu akar. 

Ujung pucuk juga merupakan jaringan meristematik. Jaringan ini akan berdiferensiasi menjadi epidermis, floem, xilem, korteks, dan empulur. Meristem ini dilindungi oleh primordium daun. Letak primordium daun pada batang mengikuti pola berhadapan atau pola bergantian yang nantinya akan membentuk rangkaian daun sesuai dengan pola tersebut.

b. Pertumbuhan Sekunder
Semakin tua, batang tumbuhan dikotil akan semakin membesar. Hal ini disebabkan adanya proses pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder ini tidak terjadi pada tumbuhan monokotil. Bagian yang paling berperan dalam pertumbuhan sekunder ini adalah kambium dan kambium gabus atau felogen. 

Ke arah dalam, kambium akan membentuk pembuluh kayu (xilem), sedangkan ke arah luar kambium akan membentuk pembuluh tapis (floem). Kambium pada posisi seperti ini dinamakan kambium intravaskular. Sel-sel parenkim yang terdapat di antara pembuluh, lama-kelamaan berubah menjadi kambium. Kambium ini dinamakan kambium intervaskular.

Kedua macam kambium tersebut lama-kelamaan akan bersambungan. Posisi kambium yang semula terpisah-pisah, kemudian akan berbentuk lingkaran. Kedua macam kambium ini akan terus berkembang membentuk xilem sekunder dan floem sekunder sehingga batang menjadi semakin besar.  Akibat semakin besarnya batang, diperlukan jalan untuk mengangkut makanan ke arah samping (lateral). Untuk keperluan tersebut, dibentuklah jari-jari empulur. 

Pertumbuhan Primer dan Sekunder

Aktivitas kambium bergantung pada keadaan lingkungan. Pada musim kemarau, kambium tidak aktif. Walaupun aktif, kambium hanya akan membentuk sel-sel xilem berdiameter sempit. Ketika air berlimpah, kambium akan membentuk sel-sel xilem dengan diameter besar. Perbedaan ukuran diameter ini akan menyebabkan terbentuknya lingkaran-lingkaran pada penampang melintang batang. Lingkaran ini dikenal dengan lingkaran tahun, yang dapat digunakan untuk memperkirakan umur tumbuhan.

Sementara itu, kambium gabus atau felogen juga melakukan aktivitasnya. Felogen ini akan membentuk lapisan gabus. Ke arah dalam, felogen membentuk feloderm yang merupakan sel-sel hidup dan ke arah luar membentuk felem (jaringan gabus) yang merupakan sel-sel mati. Lapisan gabus perlu dibentuk karena fungsi epidermis sebagai pelindung tidak memadai lagi.

Hal ini diakibatkan oleh pertumbuhan sekunder yang dilakukan kambium mendesak pertumbuhan ke arah luar. Hal tersebut mengakibatkan rusaknya epidermis sehingga kulit batang menjadi pecah-pecah. Adanya lapisan gabus mengakibatkan batang menjadi lebih terlindungi dari perubahan cuaca. Zat suberin pada sel-sel gabus dapat mencegah penguapan air dari batang. Agar pertukaran gas tetap berjalan lancar, di beberapa bagian dari permukaan batang terdapat lentisel.